Qiyamul Lail

Qiyamul Lail

Inti dari praktik-praktik para syekh Naqsybandi dibangun dengan pilar salat dan zikrullah. Bagi mereka yang menginginkan maqam-maqam yang tinggi dan derajat yang mulia, kuncinya adalah ketaatan dalam menjalankan salat. Para pencari harus berjuang untuk meniru syekhnya dalam melakukan salat, bukan hanya yang wajib tetapi juga salat-salat sunah (baik sunan maupun nawafil) yang senantiasa dijalankan oleh syekh sebagai ibadah hariannya. Anda akan melihat bahwa praktik-praktik berikut ini adalah berdasarkan pada kelima salat wajib, disamping qiyamul lail yang terdiri dari shalātu ’n-najāt, Shalātu ’sy-syukr, Shalātu ’t-tasbīh, dan Shalātu ’t-tahajjud.

Jadi, adalah kewajiban para pencari—sebelum mencoba melakukan berbagai salat sunah yang digambarkan di dalam buku ini—untuk mempelajari dan menerapkan prinsip-prinsip dasar salat dengan benar, berdasarkan aturan yang ditetapkan dalam mazhab-mazhab fiqh. Hal ini termasuk bersuci dari najis besar atau ringan (thahārah) baik mandi (ghusl) atau wudu; niat yang benar; menghadap kiblat yang ditentukan berdasarkan prinsip-prinsip di dalam mazhab; dan bila memungkinkan, salat berjamaah.

Sebagai tambahan, keutuhan salat juga harus dilakukan dengan benar, termasuk gerakan-gerakan yang tepat, karena Nabi (s) bersabda, “Tidak sempurna salat bagi orang yang tidak meluruskan punggungnya ketika ruku dan sujud.” Jadi seorang pencari yang baru di Jalan ini, jika belum mengetahui benar prinsip-prinsip ini, ia harus mencari guru yang mempunyai otoritas dan belajar darinya.


Shalātu ’n-Najāt

Seseorang harus bangun paling tidak satu jam sebelum Subuh, karena ini adalah waktu di mana pintu Rahmat Allah terbuka dan waktu di mana para syekh besar melihat murid-muridnya.

Ia harus bangun lalu berwudu dan melakukan salat Tahīyyatu ‘l-wudu, kemudian berdiri menghadap kiblat dan berdoa kepada Allah (swt) untuk mensucikan dirinya dari kemarahan egonya (Allaahumma thahhirnii min ghadhabin nafs), dan dengan niat ini, ia kemudian membaca Yā Halīm 100 kali dan kemudian ia berlindung dan musuh eksternal dan internalnya, serta malapetaka di dunia (Allaahumma a’uudzu bika min syarri nafsii, wa min syarrin naas, wa a’uudzu bika min fitnatid dunya wa adzaabil aakhirah) dengan membaca Yā Hafīzh 100 kali.

Barang siapa yang ingin mencapai maqam Murid (Orang yang bersungguh-sungguh) ia harus menjaga amalan ini. Syekh kita mengatakan kepada kita mengenai pentingnya waktu ini dan keutamaannya, dengan mengatakan, “Jika seseorang bangun satu jam sebelum Subuh tetapi tidak melakukan apa-apa, tidak salat, tidak bertasbih, tetapi hanya bangun untuk minum sesuatu, misalnya teh atau kopi, atau makan sesuatu, maka ia juga akan diangkat bersama orang-orang yang bangun (ahlu ‘sh-shahar).”

Shalatu’n-Najāt, Salat untuk Keselamatan, dilakukan dengan langkah-langkah berikut:

Pada rakaat pertama, dibaca Sūratu ’l-Fātihah seperti biasa kemudian disusul dengan membaca Ayat Kursi (2:255) dan (3:18-19), serta (3:26-27).

ĀYATU ’L-KURSĪ

SURAT 2, AYAT 255

Allāhū lā ilāha illa Hūwa ’l-Hayyu ’l-Qayyūm, lā

tākhudzuhū ’s-sinatun wa lā nawm, lahū fī ’ssamāwāti wa mā fī ’l-ardh. Man dzā-ladzī yashfa`u `indahū illā bi idznih ya`lamu mā bayna aydīhim wa mā khalfahum wa lā yuhīţunā bi-syay’in min `ilmihi illā bimā syā’. Wasi`a kursīyyuhu ’ssamāwāti wa ’l-ardha, wa lā ya’uduhū hif zhuhuma, wa Hūwa ’l-`Alīyyu ’l-`Azhīm.

Allah, tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia Yang Hidup kekal lagi terus menerus mengurus (makhluk-Nya); tidak mengantuk dan tidak tidur. Kepunyaan-Nya apa yang di langit dan di bumi. Tiada yang dapat memberi syafa'at di sisi Allah tanpa izin-Nya? Allah mengetahui apa-apa yang di hadapan mereka dan di belakang mereka, dan mereka tidak mengetahui apa-apa dari ilmu Allah melainkan apa yang dikehendaki-Nya. Kursi Allah meliputi langit dan bumi. Dan Allah tidak merasa berat memelihara keduanya, dan Allah Maha Tinggi lagi Maha Besar.

SURAT 3, AYAT 18-19

Syahid-Allāhu annahū lā ilāha illa Hū. Wa ’lmalā’ikatu wa ūlu ’l-`ilmi qā’iman bi ’l-qisţ. Lā ilāha illa Hū al-`Azīzu ’l-Hakīm. Inna ’d-dīna `ind Allāhi ’l-islām

Allah menyatakan bahwasanya tidak ada Tuhan melainkan Dia (yang berhak disembah), Yang menegakkan keadilan. Para Malaikat dan orang-orang yang berilmu (juga menyatakan yang demikian itu). Tak ada Tuhan melainkan Dia (yang berhak disembah), Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana. Sesungguhnya agama (yang diridai) disisi Allah hanyalah Islam.

SURAT 3, AYAT 26-27

Qul ’illāhumma Mālik al-mulki. Tu’tī ’l-mulka man tasya’u wa tanzi`u ’l-mulka mimman tasyā’u wa tu`izzu man tasyā’u wa tudzillu man tashā’u, bi yadika ’l-khayr, innaka `alā kulli syay’in qadīr. Tūliju ’l-layla fī ’n-nahāri wa tūliju nahāra fī ’l-layl, wa tukhriju ’l-hāyya mina ’l-mayyiti, wa tukhriju ’l-mayyita mina ’l-hāyy, wa tarzuqu man tasyā’u bi ghayri hisāb.

Katakanlah: "Wahai Tuhan Yang mempunyai kerajaan, Engkau berikan kerajaan kepada orang yang Engkau kehendaki dan Engkau cabut kerajaan dari orang yang Engkau kehendaki. Engkau muliakan orang yang Engkau kehendaki dan Engkau hinakan orang yang Engkau kehendaki. Di tangan Engkaulah segala kebajikan. Sesungguhnya Engkau Maha Kuasa atas segala sesuatu.

Engkau masukkan malam ke dalam siang dan Engkau masukkan siang ke dalam malam. Engkau keluarkan yang hidup dari yang mati, dan Engkau keluarkan yang mati dari yang hidup. Dan Engkau beri rezeki siapa yang Engkau kehendaki tanpa hisab (batas)".

Pada rakaat kedua, baca Suratu ‘l-Fātihah, kemudian

SŪRATU ’L-IKHLĀSH (11 KALI).

Setelah menyelesaikan taslīm (salām terakhir ke kanan dan ke kiri), lakukan sujud dengan niat memohon kepada Allah untuk menghilangkan segala kedengkian (hasad) dari dalam kalbu Anda.

Ya Rabbii kamaa ta’kulun naarul hathaba hakadzaal hasadul mutaashilu fiyya ya’kulu jami’a a’malii khallishni ya Rabbi minhuu wa khallishni aydhan minal ghadhabin nafsaani wa min nafsil madzmumah wa minal akhlaqidz-dzamimah, ya rabbi baddil kullu akhlaaqi ilaa akhlaaqin hamidatin wa af’aalin hasan.

DOA

Yā Rabbī, kamā tā’kulu ’n-nāru ’l-hathaba hakadzal al-hasadu muta’shilu fīyya ya’ kullu jamī`an `a’malīyy, khallishnī Yā Rabbī minhu wa khallishnī aydhan mina ’l-ghadabi ’n-nafsānī wa min nafsi ‘l-thifli ’l-madzmūmati wa mina ’l-akhlāqi ’dz-dzamīmah wa Yā Rabbī wa baddil kulla akhlāqī ila akhlāqin hamīdatin wa af `ālin hasanah

Wahai Tuhanku! Ya Tuhanku, setiap upayaku untuk menjadi baik tidak mustahil akan hancur oleh kelalaianku sendiri yang selalu ‘larut’ oleh panasnya hati terhadap sesama, bagaikan api yang memusnahkan kayu kering. Tolong bersihkan diriku ini ya Allah dari kekejian hati atau perbuatan buruk, gantikanlah ya Allah dengan ahlaq serta perbuatan yang baik dimasa mendatang.


Shalātu-sy-Syukr

Pada rakaat pertama, baca Fātihah.

SŪRATU ’L-IKHLĀSH (2 KALI).

Pada rakaat kedua, baca Fātihah.

SŪRATU ’L-IKHLĀSH (1 KALI).


Shalātu-t-Tasābīh

Pada salat ini, untuk menjaga jumlah bilangan tasbih, diizinkan untuk menekan satu jari pada masing-masing tangan dengan lembut. Shalat an-Najāt dan Tasbīh adalah untuk orang-orang yang sudah berada pada level Persiapan dan Murid; amalan ini bukan untuk pemula.

Salat ini terdiri dari empat rakaat dengan satu taslīm di antaranya. Salat ini dapat dilakukan dengan dua cara, tetapi kami hanya mencantumkan satu cara yang biasa dilakukan oleh Syekh (dengan taslīm pada akhir rakaat keempat). Tasbīh yang dibaca di dalam salat ini adalah:

Subhānallāhi wa ’l-hamdulillāhi wa lā illāha ill-Allāh w’allāhu akbar

Mahasuci Allah! Segala puji bagi Allah! Tidak ada tuhan selain Allah, dan Allah Mahabesar!


Pada akhir setiap set 10 atau 15 tasbīh Syekh menambahkan dengan

wa lā hawla wa lā quwwata illa billāhi ’l-`Alīyyi ’l-`Āzhīm.

Tiada daya dan kekuatan kecuali dengan pertolongan Allah Yang Mahatinggi dan Mahaagung.


Jumlah tasbih seluruhnya yang dibaca adalah 300, masing-masing 75 tasbih pada setiap rakaat. Kami telah mengamati Syekh menggunakan metode pembacaan tasbih sebagai berikut:

WAKTU PEMBACAAN TASBIH:

Setelah membaca Tsanā’, sebelum Sūratu ’l-Fātihah 15x

Setelah membaca Sūratu ’l- Fātihah dan dua Sūratu ’l-Ikhlāsh, 10x

Ketika rukuk, 10x

Ketika qiyām (berdiri), setelah rukuk, 10x

Pada saat sujud pertama, 10x

Pada saat jalsa (duduk), setelah sujud pertama, 10x

Pada saat sujud kedua, 10x

Sub-total untuk rakaat pertama 75x

Pada rakaat kedua dilakukan seperti di atas (tasbih tidak dibaca pada saat jalsa terakhir, hanya tasyahud), 75x

Rakaat ketiga, sama seperti di atas, 75x

Rakaat keempat, sama seperti di atas (tasbīh tidak dibaca pada jalsa terakhir, hanya tasyahud), 75x


Shalātu-t-Tahajjud

Salat ini dilakukan sebanyak 8 rakaat dengan set 2 rakaat-2 rakaat dengan taslīm di antaranya. Salat ini identik dengan Shalatu-sy-Syukr.

Kemudian setelah salat dibaca:

Astaghfirullāh 3 kali

Aku memohon ampun kepada Allah

Astaghfirullāh al-`Azhīm alladzī lā ilāha illa Hūwa al-Hayyu ’l-Qayyūm wa atūbu ilayh

Aku memohon ampun kepada Allah, tidak ada tuhan kecuali Dia, Yang Maha Hidup dan Yang Berdiri Sendiri, dan aku bertobat kepada-Nya.

DOA:

Allāhumma anta ’s-Salām wa minka ’s-salām

tabārakta wa ta`ālayta yā Dzā ’l-Jalāli wa ’l-ikrām.

Sami`nā wa aţha`nā, ghufrānaka, Rabbanā, wa ilayka’l-mashīr.

O God! You are Peace and from You comes Peace. Blessed and lofty are You, O Lord of Majesty and Bounty. We have

heard and obeyed. Your forgiveness, O our Lord! And to Thee is the end of all journeys.

Subhānallāllahi `adada khalqihi wa ridhā’a nafsihi

wa zinata `arsyihi wa midāda kalimātihi.

Subūhun quddūsun rabbunā wa rabbu ’l-malā`ikati

wa ’r-Rūħ,

subhāna man ta`izza bi’l-qudrati wa’l-baqā wa

qahhar al-`ibādi bi’l-mawti wa’l-fanā.

Subhānā rabbika rabbi ’l-`Izzati `amā yashifūn wa

salāmun `alā ’l-mursalīn wa ’l-hamdulillāhi rabbi ’l-

`ālamīn.

Allāhumma innā na`ūdzu bi-ridhāka min sakhatika

wa bi-mu`afātika min `uqūbatika wa na`ūdzu bika

minka lā nuhshī tsanā’an `alayka kamā atsnayta `alā

nafsika

Glory be to Allāh on the number of His creation, to the extent of His pleasure, in the decoration of His Throne, in the ink of

His Words.

Glorified and Hallowed art Thou, our Lord and Lord of the angels and the Holy Spirit.

Glory to Allah, the Lord of the Throne: (High is He) above what they attribute to Him! And Peace on the Messengers

and all Praise is due to the Lord of the worlds.

We seek refuge with Your pardon from Your punishment, with Your mercy from Your vengeance, with Your

approval from Your displeasure. We seek refuge with You from You. We cannot encompass Your praises, for You are

as You have extolled Yourself

Fa`lam annahu:

Lā ilāha ill-Allāh (10 kali)

Muhammadur Rasūlullāh (s)

Know, therefore that: There is no god but Allah. (10 times). (After the tenth): Muhammad is the Messenger of God r.

Šalawāt (10 times):

Allāhumma šalli ‘alā Muħammadin wa ‘alā āli

Muħammadin wa sallim

O God send blessings and peace upon Muhammad and the family of Muhammad.

IHDĀ Allāhumma balligh thawāba mā qarā’nāhū wa nūra

mā talawnāhū hadīyyatan wāšilatan minnā ila rūħi

Nabīyyīnā Sayyidinā wa Mawlānā Muħammadin šallAllāhū ¿alayhi wa sallam. Wa ilā arwāħi ikhwānihi

min al-anbiyā’i wa ’l-mursalīn wa khudamā’i

sharā¿ihim wa ila arwāħi ’l-a’immati ’l-arba¿ah wa ila

arwāħi mashāyikhinā fi ’ţ-ţarīqati ’n-naqshbandīyyati

’l-¿aliyyah khāššatan ila rūħi Imāmi ’ţ-ţarīqati wa

ghawthi ’l-khalīqati Khwājā Baħā’uddīn anNaqshband Muħammad al-Uwaisī ’l-Bukhārī wa

ħaļarati Mawlanā Sulţānu ’l-awlīyā ash-Shaykh ¿Abd

Allāh al-Fā’iz ad-Dāghestanī wa sayyidunā ashShaykh Muħammad NāƸim al-Ħaqqānī Mu’ayyad addīn wa sa’iri sādātinā waš-šiddiqīna al-Fātiħā.

Dedication

O God! Grant that the merit of what we have read, and the light of what we have recited, are (considered) an offering

and gift from us to the soul of our Prophet Muhammad, and to the souls of the prophets, and the saints; in particular

the soul of the Imām of the ţarīqat and arch-Intercessor of the created world, Khwājā Bahā’uddīn an-Naqshband

Muħammad al-Uwaisī ’l-Bukhārī, and our venerable teacher and master, the Sultan of Saints, our Shaykh ¿Abd Allāh

al-Fā’iz ad-Dāghestanī, and our master Shaykh Muħammad NāƸim al-Ħaqqānī Mu’ayyad ad-dīn, and to all our

masters and to the righteous, al-Fātiħah.

This presents the reward of the preceding recitations to the Prophet r and to the shaykhs of the Naqshbandi Order

http://naqshbandi.org/adab/Qiyam%20al-layl-Night_Vigil.pdf